Selasa, 17 September 2013

Praktikum Kimia tentang Reaksi Endoterm Dan Ek


                                          Laporan Hasil Praktikum Eksoterm dan Endoterm


Hari/tanggal      :    Rabu, 11 September 2013

Tujuan praktikum :
ª      Mengetahui reaksi endoterm dan eksoterm ;
ª      Mengamati terjadinya reaksi eksoterm dan reaksi endoterm ;
ª      mengetahui produk-produk apa saja yang cocok dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari ;
ª      Mengamati ciri-ciri reaksi eksoterm dan reaksi endoterm ;
ª      Mempelajari perubahan energi pada reaksi kimia.


Tinjauan teoritis :
Sebelum mempelajari reaksi endoterm dan eksoterm terlebih dahulu kita mempelajari sistem dan lingkungan. sistem adalah reaksi kimia yang sedang diamati atau dipelajari. lingkungan adalah segala sesuatu diluar sistem. reaksi endoterm adalah reaksi yang melepaskan kalor dari sistem ke lingkungan, yang mempunyai perubahan entalpi (H) negatif (-), sedangkan reaksi eksoterm adalah reaksi yang menyerap kalor dari sistem ke lingkungan, yang mempunyai perubahan entalpi (H) positif (+). berikut diagram reaksi endoterm dan eksoterm:

                                                          
H                                                           H



 





      
                        Reaksi eksoterm                                   Reaksi endoterm
   H = HP - HR = - (<0)                         H = HP - HR = + (>0)

Teori :
Reaksi eksoterm adalah reaksi yang membebaskan kalor. Contoh Eksoterm: membakar minyak tanah di kompor minyak dan nyala api unggun.
Reaksi endoterm adalah reaksi yang menyerap kalor. Contoh Endoterm: asimilasi dan fotosintesis.

Pada reaksi eksoterm, kalor mengalir dari sistem ke lingkungan sehingga entalpi sistem akan berkurang, artinya entalpi produk (Hp) lebih kecil dari pada entalpi pereaksi (Hr). Oleh karena itu perubahan entalpinya (ΔH) bertanda negatif.
Reaksi Eksoterm: ΔH = Hp –Hr < 0 (negatif)
Pada reaksi endoterm,sistem menyerap energi. Oleh karena itu, entalpi sistem akan bertambah, artinya entalpi produk (Hp) lebih besar dari pada entalpi pereaksi (Hr). Akibatnya, perubahan entalpinya (ΔH) bertanda positif.
Reaksi Endoterm: ΔH = Hp –Hr > 0 (positif)
Perubahan entalpi pada reaksi eksoterm dan endoterm dapat dinyatakan dengan diagram tingkat energi seperti berikut ini:
Pada reaksi eksoterm terjadi perpindahan kalor dari sistem ke lingkungan atau pada reaksi tersebut dikeluarkan panas.
Pada reaksi eksoterm harga
DH = ( - )
Contoh : C(s) + O2(g)
® CO2(g) + 393.5 kJ ; DH = -393.5 kJ
Pada reaksi endoterm terjadi perpindahan kalor dari lingkungan ke sistem atau pada reaksi tersebut dibutuhkan panas.
Pada reaksi endoterm harga
DH = ( + )
Contoh : CaCO3(s)
® CaO(s) + CO2(g) - 178.5 kJ ; DH = +178.5 kJ
Kalor reaksi adalah kalor yang berpindah dari sistem ke lingkungan atau dari lingkungan ke sistem agar temperatur sisitem sasudah reaksi sama dengan temperatur sistem sebelum reaksi. Jenis reaksi  dibedakan menjadi dua yaitu,
a.       Reaksi Eksoterm

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgXeZeR6G-yxWNwRexZ2PWbY6j-m2Qb-uEy68GW4yJoRmo8rQUL44ARminxbqUPTFasxjd-AN_2p4R70ZHV9A_ICqAl9RLZjU_RKZSM-oTGz6mSpqePQgTscj7snbKscZh1uXqZHqcoRzN4/s400/endoterm-eksoterm.PNGDalam reaksi eksoterm terjadi perpindahan kalor dari sistem ke lingkungan. Dalam hal ini dapat di artikan bahwa kalor di lepaskan ke lingkungan. Sistem ini membebaskan energi sehingga entalpi sistem akan berkurang. Temperatur bertambah.
Contoh reaksi eksoterm :
·         Fermentasi glukosa : C6H12O6(s)        2C2H5OH(l)+2CO2(g)
Pada reaksi ini sistem mengalami kenaikan suhu sistem.
Reaksi Eksoterm : ΔH = HP – HR < 0
ΔH (perubahan entalpi)
HP (entalpi produk)
HR (entalpi pereaksi)

b.      Reaksi Endoterm
Dalam reaksi endoterm terjadi perpindahan kalor dari lingkungan ke sisitem. Temperatur larutan akan turun yang akhirnya juga akan kembali ke temperatur semula. Sistem ii menyerap energi, oleh karena itu enalpi akan bertambah.
                       
Reaksi Endoterm : ΔH = HP – HR > 0
ΔH (perubahan entalpi)
HP (entalpi produk)
HR (entalpi pereaksi)

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgXeZeR6G-yxWNwRexZ2PWbY6j-m2Qb-uEy68GW4yJoRmo8rQUL44ARminxbqUPTFasxjd-AN_2p4R70ZHV9A_ICqAl9RLZjU_RKZSM-oTGz6mSpqePQgTscj7snbKscZh1uXqZHqcoRzN4/s400/endoterm-eksoterm.PNGPerubahan entalpi pada reaksi eksoterm dan endoterm dapat dinyatakan dengan diagram tingkat energi seperti berikut,







Alat Dan Bahan

NO
Alat
Jumlah
Ukuran
1
Termometer
1 buah
-
2
Gelas
4 buah
-
3
Mangkuk
1 buah
Sedang
4
Sendok makan
1 buah
Sedang

NO
Bahan
Jumlah
Ukuran
1
Deterjen (Boom)
1 bungkus
1 sendok makan
2
Urea
1/2 kg
1 sendok makan
3
Sabun Sunlight
1 bungkus
1 sendok makan
4
Kapur sirih
1 botol
1 sendok makan
5
Air
1 liter
4 x 100 ml


Prosedur Kerja :

NO
Prosedur
Hasil Pengamatan
1
Isi ke 4 aqua gelas dengan air setengannya
-
2
Ukur temperatur air tersebut (temperatur mula-mula)
25°C
3
Masukkan deterjen kedalam aqua gelas yang pertama, lalu aduk dan amatilah termometernya
Dari 25°C menjadi 27°C
4
Masukkan kapur sirih kedalam aqua gelas yang ke dua, lalu aduk dan amatilah termometernya
Dari 25°C menjadi 27°C
5
Masukkan sabun kedalam aqua gelas yang yang ketiga, lalu aduk dan amatilah termometernya
Dari 25°C menjadi 26.6°C
6
Masukkan pupuk urea kedalam aqua gelas yang ke empat, lalu aduk dan amatilah termometernya
Dari 25°C menjadi 20°C


Pembahasan :

          Jika deterjen direaksikan dengan air maka suhunya akan naik dari 25°C menjadi 27°C, dan jika kapur sirih direaksikan dengan air maka suhunya akan naik dari 25°C menjadi 27°C, dan jika sabun direaksikan dengan air maka suhunya akan naik pula dari 25°C menjadi 26.6°C, dan jika Urea direaksikan dengan air maka suhunya akan turun dari 25°C menjadi 20°C.

Kesimpulan :

ü  Suhu air mula-mula         =     25°C
ü  Air + deterjen                  =     25°C  menjadi 27°C (endoterm)
ü  Air + kapur sirih              =     25°C   menjadi  27°C (endoterm)
ü  Air + sabun                     =     25°C   menjadi 26.6°C (endoterm)
üAir + Urea                       =     25°C   menjadi 20°C (eksoterm)


                                          Daftar Pustaka